Laman

Sunday, December 28, 2014

Perihal Desember

Desember penuh dengan hujan yang tak sebentar, kekasih
pejamkan matamu, dan
biarkan debarku sampai meski tanpa payung ataupun mantel
kepadamu

28 Desember 2014

Thursday, October 16, 2014

Jl. Riau

deretan factory outlet hanya mencipta keramaian
namun padamu kutemukan kedamaian;
tak bermusim
tak berwaktu

Bandung,
27 Mei 2014

Sunday, July 27, 2014

Idul Fitri

Kini gugurlah daun-daun dosa
Dan benih-benih iman tersemai
Lewat senyum dan jabat tangan memaafkan

28 Juli 2014. Halaman rumah. 01.56

Sunday, June 15, 2014

Bukan Bulan Junimu

:Sapardi

ini bukan bulan junimu Sapardi--
angin tenang matahari berbaring di padang-padang
bumi bebas mereguk cahaya sepuas-puasnya

di sini udara sehangat pelukan ibu
hujan jarang singgah
hanya kerinduan yang tumbuh
dengan daun-daunnya yang segar
akarnya menelusup ke relung jiwa
menyerap luka semesta

dan di sini
di musim yang gaib ini
tak perlu ketabahan
apalagi hujan
segala duka yang rahasia
yang kelu dan kelabu
terucapkan dengan lantang
sebagai puisi cinta

26 Februari 2014

Friday, May 23, 2014

Untittled Poem

mari sudahkan hidup yang penuh kalut ini
bunga-bunga harapan memang selalu tumbuh
di ujung kebun kenyataan
musim-musim belum terbangun dari tidurnya
sementara kota akan tetap setia
menyampirkan selimut dingin kepadanya

12 Mei 2014

Friday, March 7, 2014

Semenjak Perpisahan Dua Musim

semenjak perpisahan dua musim itu
kuterima takdir pohon-pohon yang
basah oleh kesedihanmu
dan biarlah rindu menjelma kata yang tergores luka
sebab aku selalu bahagia,
menanggung pedihnya
3 Maret 2014

Perihal Hari Depan

apa yang kau inginkan dari hari depan
sedangkan kita tak mampu menyentuh wajahnya yang (selalu diharapkan) rupawan
ingin aku hidup kekal seperti puisi,
ingin aku sebahagia biru langit tanpa hujan,
ingin aku sebebas perjalanan comulonimbus
ingin aku...
pada akhirnya kita harus memilih
membiarkan takdir mewarnai seluruh lamunan dan mimpi
atau mengipasi harapan
agar menyala bagai bara dan  membiarkan ketulusan
menjadi hembus angin di dekatnya
10 Januari 2014

Wednesday, March 5, 2014

Mengitari Bumi

aku ingin mengitari bumi denganmu
mengeringkan lautan, membasahi gurun-gurun
menyambangi hutan, meniduri rawa
menyeberangi selat, menunggui pulau asing
kita akan merayakan hidup layaknya musim gugur,
menyapa angin, memetik anggur
bersenda gurau di bawah gugurnya dedaun maple
sambil menampik risau
katakan pada kumbang itu,
bahwa cinta lahir dari kedua sayap bergetarnya
dan lihatlah bebunga seroja itu
kelopaknya tengadah pada langit
sedang mahkotanya berdoa untuk kita
kekasihku
tidurlah di sila pahaku, dan biarkan aku terjaga,
hingga langit mulai jingga di kaki cakrawala

Jakarta, 3 Oktober 2011

Pesan Dari Hutan

di tengah hutan basah
yang dipenuhi jalinan gerimis,
sebatang akasia tua menaburkan harumnya
agar terhirup oleh rerumputan liar

18 Juni 2012

Monday, March 3, 2014

Kamar 320

di luar
kota telah terlelap
langit yang meninabobokannya
di sini kubiarkan lampu baca menyala sendirian
bertahan dalam gelap dan kesenyapan
sinarnya yang remang
adalah kebebasan dalam kegelisahan

28 Februari 2014

Sunday, March 2, 2014

Nyanyian Hutan

1
lihatlah ke angkasa
awan yang berderet membentuk balok-balok putih meneduhkan jagat raya
2
di hutan
bertangkai tangkai mawar liar mekar
kelopaknya meneteskan embun segar
ke tanah-tanah kering
yang dibalut setengah rumput hijau
3
sulur-sulur beringin berayun
dijentikkan angin
rumpun perdu bergerak-gerak
dari semak remang ke semak terang
seekor musang terlelap di atas pohon akasia
4
barisan jati, marsawa, tusam, dan meranti
serta mahoni memenuhi belantara
menjadi penyangga keluasan semesta
5
akar-akar ilalang menyelusup
tanah basah yang khusyuk beribadah
sekelompok kijang berlarian
sepasang kupu-kupu mengitari ranting lapuk
daun-daun bergemerisik
mendengarkan isyarat alam
9 Juni 2012

Detak Kesepian Hutan Bakau

ketika pendar purnama kian temaram
oleh warna keperakan yang muram
ketika sunyi diselipkan pangkal mata angin
ke rumpun rumbia dalam lembap cuaca
ketika dengung serangga melebur
dalam gelap pekat di jantung rawa
ketika itu pula aku mendengar detak kesepian hutan bakau
seperti suara azan yang mengambang di langit-langit surau
Jakarta, 6 Juni 2012

Selamat Datang

selamat datang di hutan puisi
sila menikmati kata-kata yang hijau dan rimbun